Yang merasa terbantu dengan blog ini, atau ada saran/kritik, atau cuma mau komen, mohon komen ya...

Sabtu, 03 Desember 2011

Rekayasa Bahan: Korosi Selektif

Korosi Selektif
Korosi selektif merupakan terlarutnya logam pada paduan logam karena logam tersebut lebih rentan terhadap korosi daripada logam lain dalam paduan. Korosi selektif terjadi pada suatu logam paduan, karena dalam paduan tersebut ada komponen logam yang lebih anodik ketimbang logam lain dalam paduan yang lebih bersifat noble (terjadi kontak galvanik). Dalam paparan lingkungan korosif dalam waktu yang lama, maka terjadilah korosi selektif. Akibat korosi selektif, permukaan logam paduan tereduksi dan membuat bagian yang terkorosi menjadi spongy material yang memiliki kekuatan mekanis yang lemah dan akan pecah jika dikenai tekanan (getas).


Gambar korosi selektif pada kuningan

Pada korosi selektif logam paduan mengalami perusakan paduan atau dealloying. Berikut adalah dealloying beberapa logam dan kondisi lingkungannya.

Tabel contoh korosi selektif pada logam
Paduan
Lingkungan
Elemen Yang dihilangkan
Kuningan
Berair, stagnan
Seng (dezincification)
Besi cor kelabu
Tanah, berair
Besi (korosi grafitik)
Perunggu aluminium
Uap temperatur tinggi dan berasam
Silikon (desiliconification)
Perunggu timah
Uap
Timah (destannification)
Nikel tembaga
Fluks panas tinggi dan air berkecepatan rendah
Nikel (denickelification)
Baja karbon tinggi dan medium
Atmosfer teroksidasi, H2 temperatur tinggi
Carbon (decarburization)

Korosi grafitik adalah korosi selektif yang terjadi pada besi cor kelabu (gray cast iron) yang mempunyai jaringan grafit pada mikrostrukturnya.  Grafit bertindak sebagai katoda yang mempercepat kelarutan besi di sekitarnya. Pada graphitic corrosion, bentuk logam dapat dipertahankan oleh jaringan grafit, tetapi logam tetap kehilangan kekuatan mekanis akibat korosi. Contoh tempat yang dapat mengalami korosi grafitik adalah pipa besi cor yang dipendam di dalam tanah.
Dezincification adalah terlarutnya zinc yang terjadi pada kuningan (paduan Cu-Zn dengan > 15% Zn) yang terpapar lingkungan berair dengan konsentrasi CO2 dan atau klorida tinggi. Terlarutnya Zn menyebabkan adanya lapisan tembaga yang lemah dan tembaga oksida sebagai produk korosi. Keberadaan CuCl2 pada larutan lingkungan kuningan akan mempercepat terlarutnya Zn. Contoh tempat yang dapat mengalami dezincification adalah pipa kuningan pada lingkungan asam.
Korosi grafitik dapat dicegah dengan penggunaan besi cor nodular sebagai pengganti besi cor kelabu, coating atau pelapisan logam, dan perlindungan katodik. Sedangkan dezincification dapat dicegah dengan mengurangi agresivitas larutan dengan menghilangkan O2 terlarut, penggunaan kuningan merah (< 15% Zn) sebagai pengganti kuningan dengan Zn > 15%, dan menambahkan unsur inhibitor dalam paduan seperti As, P, atau Sb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar